bukan lilin terkapar di meja bundar
peluhmu sekatkan ingatan
dipenghujung hari kami ingat
anak sang fajar lahir beberapa tahun silam
~:*:*:*:*~
kala senja menimangmu erat dalam peluknya
dibuai nyanyian ombak nestapa diujung gelisa
rautmu manis, lantunkan kisah
mengurai sejarah berderet cerita
disimpang jalan raya tentang hujan
yang menjemputmu bertemu pelangi
wanita..
saat angin membelai ranum senyummu
dibalik kerudung muslimah
daun gugur seraya berucap ribu doa untukmu
sedang penghuni malam berdawai indah
ikut berdendang dengan gesekan biola tuamu
kau wanita..
ditungku kayu kau menanak bahagia
lalu pada raga kelaparan kau membaginya
sedang di cawanmu kau tadah kesejukan
yang kau basuh kala amarah mencekam
kasih kau urai dibenang keteduhan hati
rintik air mata terbalut keikhlasan nurani
waktu tlah mengubah parasmu.
ringkik bahu mulai samar
termakan perjuangan menentang dunia
tentang puji yang terlupaserta tingkah yang kerap meronta
sebait kata "maaf dan terima kasihku"
setulus dan semampu hela nafas
sebagai bingkis ku hari ini
meski tak berpita indah
lantun doaku tak kering dipadang hati mu

Tidak ada komentar:
Posting Komentar