Senin, 03 Februari 2014

Orang pinggiran



Hanya jerami sisa tertinggal
Serta rintik hujan berjejal
Ini bukan benalu, segera ku sulam agar tak jadi abu
****
Kemarin kusimpan recehan disaku celana usangku
Kubagi pada setiap kantong
Lalu yang sobek ku biarkan mengaga
Tak usah ku tambal,
cukup celoteh saku-saku ini aku tindih
Sebab kemana bayangku berlabu, 
mereka mendayu sendu selalu

Bertopi reot ku menunduk pada hari
Seraya berlindung pada dahan pohon masih sungkan
Di seberang sungai yang enggan mengering
Air yang mengalir keras, seperti ritme darahku
Tak ubah anjing ganas
melahap makanan yang lepas dari kerongkonganku
                ****
Jika sampan enggan berlabu
Gulunglah layar menetipi ke hulu
Nampaknya jaring kita sudah layu untuk mekar
Pulanglah berselimut haru, jika itu yang tersisa
Tunggu saja waktu melumat kita


Tidak ada komentar: