sudah pukul berapa?
pada suara yang bergeligi keheningan
masih adakah yang akan berdecak, atau menabur alibi?
sedang elegi masa telah berlalu di sudut sana
yang bersua dalam rinai hujan pun kian lusuh di genang zaman
sudah tiba kah dirinya?
sosok yang senang kau nanti di ujung senja
saat menyepi malam kau impikan
yang piawai mensyairkan aksara dalam gesek biola kematian
di depan beranda rumah,
kau paku tubuh mematung dan mata yang menelangsa jauh
seakan menggerogoti jejak di atas pasir pantai yang damai
lalu apa sekarang?
sudah lelah kah dirimu menyeruit bayang dua tiga
namun sebiji tetap samar
hari akan selalu sama,
hanya tudung pelangi kan jadi pembeda
setelah hujan reda
maka tak patut jika
kau tarik ulur lingkar waktu di tanganmu itu.
sebab ia jua kan segera berlalu,
walau hanya di sekitar peredaran darahmu
seperti diri mu, yang menanti keajaiban di sisa malam biasa
yang mereka eluh-eluhkan laksana kuncup mawar di akhir tahun
tenang saja! hari ini pun akan menjadi bagian dari kisah biasa.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar